Si Kecil Sudah Bisa Apa? Kenali Tahapan Perkembangan Motorik Anak

Si Kecil Sudah Bisa Apa? Kenali Tahapan Perkembangan Motorik Anak

Posted by Littlethingshewear LTSW

Perkembangan Motorik Anak merupakan bagian penting dari tumbuh kembang yang dapat diamati orang tua setiap hari. Mulai dari bayi yang belajar mengangkat kepala, menggenggam benda, duduk. Hingga mulai berlari dan melompat, setiap kemampuan baru menjadi tanda bahwa tubuhnya terus belajar bergerak dan berkoordinasi.

Namun, jangan buru-buru khawatir jika kemampuan si kecil tidak sama persis dengan anak seusianya. Setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing. Yang lebih penting adalah mengenali tahapan yang umumnya muncul, memberikan stimulasi sesuai usia, dan mengamati perkembangannya secara berkala.

perkembangan motorik anak


Apa Itu Perkembangan Motorik Anak?

Perkembangan motorik adalah proses anak belajar mengendalikan gerakan tubuh melalui koordinasi otak, sistem saraf, dan otot. Secara umum, kemampuan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu motorik kasar dan motorik halus.

Motorik kasar melibatkan gerakan tubuh yang lebih besar, seperti berguling, duduk, berjalan, berlari, melompat, dan menendang bola. Sementara itu, motorik halus berkaitan dengan gerakan yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata. Seperti menggenggam, mengambil benda kecil, mencoret-coret, menyusun balok, hingga menggunakan alat makan.

Keduanya berkembang secara bertahap dan menjadi bagian dari kemampuan anak untuk bermain, belajar, bergerak, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa perkembangan motorik berkaitan dengan pengendalian gerakan jasmani melalui koordinasi sistem saraf dan otot.


Tahapan Perkembangan Motorik Anak Berdasarkan Usia

0–6 Bulan: Mulai Mengendalikan Tubuh

Pada beberapa bulan pertama, bayi mulai belajar mengenali dan mengendalikan gerakan tubuhnya. Kemampuan yang biasanya mulai terlihat antara lain:

  • Mengangkat kepala saat tengkurap.
  • Menggerakkan tangan dan kaki secara aktif.
  • Mulai meraih benda di dekatnya.
  • Menggenggam benda yang diberikan.
  • Berguling ketika kemampuan tubuhnya mulai berkembang.

Pada tahap ini, tummy time dan permainan sederhana yang mendorong bayi melihat, meraih. Serta menggenggam benda dapat menjadi stimulasi yang menyenangkan.

6–12 Bulan: Duduk, Bergerak, dan Mulai Berdiri

Memasuki usia 6–12 bulan, koordinasi tubuh bayi biasanya semakin berkembang. Beberapa kemampuan yang dapat mulai muncul adalah duduk, berpindah posisi, merangkak atau bergerak dengan caranya sendiri. Mengambil benda menggunakan jari, serta berdiri sambil berpegangan.

Misalnya, pada usia sekitar 9 bulan. Salah satu kemampuan motorik yang dipantau adalah kemampuan anak untuk masuk ke posisi duduk sendiri.

Tidak semua bayi memiliki pola gerakan yang identik. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menjadikan kemampuan anak lain sebagai satu-satunya patokan.

1–2 Tahun: Mulai Berjalan dan Mengeksplorasi

Pada fase toddler, si kecil biasanya semakin aktif mengeksplorasi lingkungan. Anak dapat mulai berjalan sendiri, membungkuk untuk mengambil benda, menaiki tangga dengan bantuan, hingga mencoba berlari.

Motorik halus juga terus berkembang. Anak mulai tertarik mencoret menggunakan krayon, menyusun balok, membalik halaman buku, atau mencoba menggunakan sendok sendiri.

Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai aktivitas sederhana dengan tetap memperhatikan keamanan. Tidak perlu selalu membantu ketika ia mengalami sedikit kesulitan. Kesempatan untuk mencoba justru membantu anak belajar mengendalikan tubuhnya.

2–5 Tahun: Koordinasi Makin Terampil

Memasuki usia prasekolah, Perkembangan Motorik Anak menjadi semakin kompleks. Anak mulai belajar melompat, berlari lebih stabil, menendang dan menangkap bola, menaiki tangga, serta melakukan berbagai permainan fisik.

Kemampuan motorik halus juga semakin terarah. Anak dapat mulai menggambar bentuk sederhana, menyusun puzzle. Membuka atau memasang kancing, dan melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.

Pada usia sekitar 3 tahun, misalnya, kemampuan motorik yang dipantau dapat mencakup kemampuan memakai beberapa jenis pakaian sendiri. Sementara itu, kemampuan motorik terus berkembang hingga usia 4 dan 5 tahun.


Bagaimana Cara Mendukung Perkembangan Motorik Anak?

Stimulasi tidak harus dilakukan menggunakan aktivitas yang rumit atau mahal. Orang tua dapat memanfaatkan kegiatan sehari-hari sebagai kesempatan belajar.

Untuk motorik kasar, ajak si kecil bermain bola, berjalan, menari, melompat, atau bermain di area yang aman. Untuk motorik halus, aktivitas seperti menggambar, menyusun balok, bermain puzzle. Meronce benda yang sesuai usia, atau memindahkan benda dapat membantu melatih koordinasi tangan dan mata.

Yang tidak kalah penting, berikan pujian terhadap usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya. Biarkan ia mencoba, melakukan kesalahan, lalu mencoba lagi. Dengan cara ini, stimulasi terasa seperti bermain, bukan tuntutan untuk mencapai target tertentu.


Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi?

Milestone perkembangan dapat menjadi panduan bagi orang tua, tetapi bukan perlombaan. Jika anak belum melakukan satu kemampuan tertentu, belum tentu berarti ia mengalami keterlambatan.

Namun, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan anak. Terutama jika anak tidak mencapai beberapa milestone yang diharapkan atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai. Pemantauan perkembangan secara rutin dapat membantu mengenali kemungkinan masalah lebih awal.


Mommy Insights

Apakah setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang sama?

Tidak selalu. Milestone merupakan kemampuan yang umumnya dapat dilakukan anak pada usia tertentu. Tetapi setiap anak tetap dapat memiliki variasi dalam proses pencapaiannya.

Bagaimana cara menstimulasi motorik anak di rumah?

Mommy dapat mengajak anak bermain bola, menggambar, menyusun balok, bermain puzzle, menari, berjalan. Atau melakukan aktivitas sederhana lainnya yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.


Yuk, Dukung Setiap Momen Tumbuh Kembang Si Kecil

Memahami Perkembangan Motorik Anak membantu orang tua lebih peka terhadap berbagai kemampuan baru yang sedang dipelajari si kecil. Daripada membandingkan pencapaiannya dengan anak lain, lebih baik nikmati setiap proses dan berikan kesempatan untuk bergerak, bermain, serta bereksplorasi.

Setiap tahap tumbuh kembang adalah cerita kecil yang layak dirayakan. Selain mendukung kebutuhan si kecil selama masa eksplorasi. Mommy juga dapat melengkapi penampilannya dengan aksesori yang nyaman dan sesuai untuk anak.

Littlethingshewear menghadirkan pilihan anting anak dengan desain manis yang dapat menjadi pelengkap penampilan si kecil. 

Yuk, temukan koleksi anting anak Littlethingshewear dan pilih favorit si kecil!

Kembali ke blog

Tulis komentar